No. Model : MB9
Nama : Miniatur Bangunan MPR
Bahan Miniatur : Logam Kuningan
Warna Miniatur : Gold
Bahan Dasaran : Kayu
Warna Dasaran : Hitam

Description

Souvenir Miniatur Bangunan MPR – Gedung MPR merupakan salah satu tempat yang bersejarah di Indonesia, Gedung DPR/MPR dibangun atas perintah Sukarno. Semula ditujukan untuk penyelenggaraan Conference of the New Emerging Forces (Conefo). Proyeknya digarap pemenang sayembara, yaitu tim dari Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik yang dipimpin Sujudi Wirjoatmodjo, arsitek jebolan Technische Universitat Berlin Barat. Pemancangan tiang pertama pada 19 April 1965. Pembangunan terhenti karena meletus peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Pada 9 November 1966, Soeharto, sebagai ketua Presidium Kabinet Ampera, menginstruksikan untuk melanjutkan proyek gedung Conefo, namun peruntukkannya akan menjadi gedung parlemen. Keputusan ini diambil setelah proyek peremajaan gedung DPR GR di Lapangan Banteng, terhenti.

Menteri Pekerjaan Umum menerjemahkan instruksi Soeharto dengan membubarkan Komando Proyek New Emerging Force dan membentuk badan pelaksana bernama Proyek Pembangunan Gedung DPR/MPR RI.

Sesuai dengan namanya, SouvenirMiniatur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan souvenir miniatur. Perusahaan ini telah berpengalaman selama belasan tahun dalam memproduksi berbagai souvenir dan plakat sesuai dengan pesanan. Dengan banyaknya pengalaman yang telah didapat, saat ini SouvenirMiniatur telah memiliki client dari beberapa perusahaan ternama baik perusahaan swasta, BUMN. Selain perusahaan, saat ini juga banyak instansi pemerintahan yang mempercayakan souvenir dan plakat kepada SouvenirMiniatur.

Kantor SouvenirMiniatur berlokasi di Yogyakarta tepatnya di Jl. Gatotkaca Gedongkuning No.409, Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198

Dapatkan miniatur berkualitas dan elegan hanya di SouvenirMiniatur.Com pusat pembuatan miniatur sesuai dengan kebutuhan Anda. Jangan ragu, segera hubungi customer service kami yang tertera untuk informasi lebih lanjut.